Tulisan Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
05.56
DAMPAK TOL SOKER: Pemkab Boyolali Didesak Turun Tangan
Ditulis oleh Abu Jundi pada 30 Januari 2013 | 05.56
Jajaran DPRD Boyolali mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat
turun tangan menyikapi persoalan yang muncul terkait pelaksanaan
pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker).
Salah satu persoalan
adalah rusaknya sejumlah sarana dan prasarana di beberapa wilayah,
akibat terkena dampak proyek pemerintah pusat tersebut. Di sisi lain,
pihak pelaksana proyek juga diminta segera mengganti kerugian yang ada.
Wakil
Ketua Komisi III DPRD Boyolali, Musthofa Safawi mengakui hingga kini
belum menerima pengaduan resmi dari masyarakat atau petani menyangkut
kerusakan 3.420 meter saluran irigasi di empat desa di Ngemplak, yang
terkena dampak proyek tol Soker. Namun pihaknya menyatakan siap
memfasilitasi petani ataupun pihak pelaksana proyek tol, jika tidak ada
tanggapan.
“Terkait kerusakan tersebut, seharusnya pihak pelaksana
proyek tol segera memperbaiki saluran-saluran itu sebagaimana mestinya
agar berfungsi seperti sedia kala. Karena kerusakan itu menyebabkan
petani tidak bisa menggarap lahannya pada musim tanam I ini. Pihak
pengelola tol harus mengganti pula kerugian yang ditanggung petani yang
tidak bisa menggarap lahannya,” ujar Musthofa ketika dimintai tanggapan
seputar persoalan terkait dampak pembangunan jalan tol Soker, Minggu
(27/1/2013).
Hal senada dikemukakan Wakil Ketua DPRD Boyolali,
Fuadi. Pihaknya menyatakan DPRD siap memfasilitasi masyarakat yang
merasa dirugikan dengan pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol
tersebut. “Ya kalau ada warga yang merasa dirugikan, silakan mengadukan
kepada kami, kami siap memfasilitasi,” kata Fuadi.
Pengawasan Lemah
Terpisah,
menurut anggota Komisi III DPRD Boyolali, Tugiman, munculnya persoalan
terkait pelaksanaan pembangunan jalan tol tersebut menunjukkan lemahnya
pengawasan dari kalangan eksekutif setempat.
“Semestinya selaku
pemilik wilayah, Pemkab juga memantau dan mengawasi pelaksanaan proyek
itu di lapangan. Jangan beralasan karena itu proyek pemerintah pusat
atau proyek nasional, hingga Pemkab lepas tangan. Padahal dalam
pelaksanaannya di sini, ada masyarakat setempat yang dirugikan,” papar
Tugiman.
Selain saluran irigasi tersier, kerusakan juga terjadi di
beberapa ruas jalan di wilayah yang dilalui proyek pembangunan jalan
tol tersebut. Menurut Tugiman semestinya Pemkab, melalui dinas terkait,
tegas menyangkut izin yang diberikan.
“Hal yang pertama terkait
izin tol, mestinya yang tidak diberikan izin ya harus ditindak dan
diberhentikan. Kemudian yang kedua menyikapi sejumlah ruas jalan yang
rusak akibat banyaknya truk dengan tonase melebihi ketentuan kapasitas
jalan, Pemkab seharusnya menghentikannya,” tandas Tugiman.
Diberitakan
sebelumnya, saluran irigasi tersier di empat desa, yaitu Donohudan,
Sawahan, Pandeyan dan Dibal dengan panjang 3.420 meter rusak terkena
dampak proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker). Akibatnya,
pertanian milik ratusan warga pada dua musim tanam ini terganggu.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/27/dampak-tol-soker-pemkab-boyolali-didesak-turun-tangan-372600
Label:
Berita
05.54
Tanah Diserobot Jalan Tol, Petani Protes
Puluhan petani di wilayah Kecamatan Ngemplak, Boyolali memprotes
penyerobotan tanah oleh proyek jalan tol Solo-Kertosono. Selain itu,
petani juga memprotes saluran irigasi rusak dan material proyek yang
meluber ke areal pertanian. Kondisi ini mengakibatkan pemilik lahan
tidak bisa menanaminya.
Areal pertanian yang diserobot proyek jalan tol berada di Kecamatan
Ngemplak, diantaranya Desa Donohudan, Sindon, Ngesrep, Pandeyan, dan
Sawahan. Petani di lima desa tersebut saat ini tidak bisa mengelola
tanah mereka akibat luberan material dan aktivitas pekerja proyek.
Padahal lahan di sekitar proyek merupakan lahan produktif. Yang lebih
disayangkan lagi, selama ini pihak pelaksana proyek belum pernah
membicarakan hal itu.
“Petani sama sekali belum pernah diajak rembukan, tahu-tahu sudah
seperti ini, kita sudah menyampaikan keluhan tapi tidak dipedulikan,kita
rencananya mau lapor presiden,” ancam Ketua Gabungan Perkumpulan Petani
Pengguna Air Ngemplak, Samidi, saat melakukan tinjauan ke lokasi, Jumat
(25/1).
Terkait dengan saluran irigasi yang terlalu sempit, dikhawatirkan
nanti akan menganggu suplai air untuk mengairi areal persawahan. Saluran
yang ada dinilai tidak sesuai ketentuan, dimana untuk ketentuan lebar
saluran 1 meter dan pembuangan dibuat secara terbuka. Namun, kenyataan
di lapangan, saluran irigasi kurang dari 1 meter dan pembuangan
tertutup. Kondisi ini nantinya akan menyulitkan petani membersihkan
endapan.
Sugeng Mulyono, petugas pembantu Koperbal PSDA wilayah Gandul
menambahkan, kondisi irigasi tersebut akan merugikan petani. Hal ini
karena jika gorong-gorong irigasi dibangun sempit dan tertutup, maka
sulit untuk dibersihkan dan sangat mudah mampat.
Sumber : http://www.timlo.net/baca/60036/tanah-diserobot-jalan-tol-petani-protes/
Label:
Berita
04.58
Jalan Utama Nogosari-Simo Rusak Parah
Ditulis oleh admin pada 26 Januari 2013 | 04.58
Kerusakan jalan utama Kecamatan Nogosari-Simo di Kabupaten Boyolali bertambah parah.
Kondisi
menjadi lebih parah lantaran jalan rusak tersebut sudah menjadi
kubangan-kubangan besar. Praktis hal tersebut kian mengancam keselamatan
pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan Solopos.com, Jumat (25/1/2013), kerusakan jalan itu bisa ditemui di antara Desa Temon dan Desa Bendungan, Kecamatan Simo.
“Jelas
berbahaya, siang saja seperti ini apalagi jika malam pelintas harus
lebih hati-hati,” kata salah Tri Maryanto, 42, warga Desa Ketitang,
Kecamatan Nogosari yang mengaku setiap hari melintas di jalan tersebut.
Tak
ada lampu penerangan di sekitar jalan itu. Pengendara sepeda motor dan
mobil harus lebih bersabar memilih permukaan jalan ketika melintas.
Kerusakan hingga membentuk kubangan besar tak hanya ditemui di satu
titik.
Sementara itu, kerusakan jalan juga terjadi di jalan utama
Nogosari-Simo, tepatnya di daerah Ngangkruk, Kecamatan Nogosari.
Sepanjang sekitar 1,5 km kerusakan jalan di sana semakin parah.
“Apalagi
di tanjakan Ngangkruk, jika pengendara yang baru sekali melintas pasti
kaget. Harus waspada,” terang Winarno, 37, warga setempat.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/25/jalan-utama-nogosari-simo-rusak-parah-372172
Label:
Berita
04.54
Citilink Serius Buka Rute Baru dari Solo
Maskapai penerbangan Citilink menyatakan keseriusannya untuk menambah
rute baru dari Solo, baik ke Surabaya, Bandung atau Makassar. Sementara
Rabu (23/1/2013), Citilink resmi membuka rute Solo-Balikpapan dan
sebaliknya serta Balikpapan-Jogja setiap hari.
Menurut Vice
President Marketing&Communication PT Citilink Indonesia, Aristo
Kristandyo, Citilink berpeluang besar membuka rute baru dari Solo karena
Citilink memiliki target untuk menghubungkan semua kota di Indonesia.
”Kami
sangat serius dengan rencana pembukaan rute baru dari Solo baik ke
Surabaya, Bandung atau Makassar. Ada beberapa strategi yang akan kami
persiapkan di antaranya mengenai waktu atau jam penerbangan yang ideal
dan tepat dengan pangsa pasar serta penggunaan jenis pesawat,” kata
Aristo, kepada wartawan, seusai penerbangan perdana Citilink
Balikpapan-Solo, Rabu.
Menurut Aristo, Solo berpotensi sebagai
kota hub untuk menghubungkan Jawa dengan beberapa kota di luar P Jawa.
Sementara, target terdekat Citilink adalah menjadikan Makassar sebagai
hub untuk masuk ke Indonesia bagian timur.
Dia menjelaskan,
rencana pembukaan rute baru dari Solo itu juga seiring dengan target
Citilink tahun ini untuk menambah frekuensi penerbangan menjadi 200
penerbangan per hari.
“Saat ini sudah ada 108 frekuensi
penerbangan per hari. Frekuensi ini meningkat tajam dari posisi awal
tahun 2012 yang hanya 50 frekuensi penerbangan per hari,” imbuh dia.
Citilink
menargetkan tahun ini bisa mengangkut 7,8 juta penumpang.
”Konsekuensinya kami harus merambah kota-kota potensial lainnya dan
tidak hanya di Jakarta.” Pihaknya optimistis dengan target ini, karena
Citilink bermain di segmen low cost carier (LCC) yang membidik segmen
menengah. Pasar kelas menengah saat ini dinilai tumbuh luar biasa, dan
semakin menjangkau moda transportasi penerbangan.
Mengenai
pembukaan rute Solo-Balikpapan, lanjut Aristo, Citilink mencoba
menggarap potensi pariwisata yang ada di dua kota tersebut.
”Yang
jadi keisitimewaan Citilink, kami adalah maskapai yang truly Indonesia.
Kami konsen dalam pengembangan pariwisata domestik.”
Untuk itu,
kata dia, Citilink memiliki website yang tidak hanya berfungsi untuk
berjualan tiket saja tetapi sebagai media informasi potensi pariwisata
yang ada di Indonesia.
Sementara itu, desakan kepada Citilink
untuk membuka rute baru dari Solo muncul dari Pemerintah Kota (Pemkot)
Solo, Pemkab Boyolali dan manajemen Bandara Adi Soemarmo Solo.
”Peluang
penerbangan ke Makassar, Surabaya atau Bandung harapannya segera
direalisasikan,” kata Asisten Perekonomian dan Kesra, Pemkot Solo, Eny
Tyasni Susana.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/23/citilink-serius-buka-rute-baru-dari-solo-371707
Label:
Berita
06.00
SWADAYA WARGA: Jalan Antardesa Rusak Berat, Warga Jampen Gotong-Royong Merehab
Ditulis oleh Abu Jundi pada 24 Januari 2013 | 06.00
Tiga kilometer dari batas Kota Solo. Sekat batas kelas dan usia di
antara warga luruh dalam semangat gotong royong. Tak nampak satu pun
warga yang tidak ikut bekerja. Semuanya turun ke jalan untuk
bahu-membahu membuat jalan alternatif Desa Kismoyoso-Dibal yang rusak
sepanjang 100 meter.
Teriknya sengatan mentari Minggu
(20/1/2013) siang tak menghalangi semangat gotong-royong sekitar 100
warga Dusun Jampen RT 001-002/ RW 006, Desa Dibal, Ngemplak, untuk urun
tenaga. Laki-laki berusia belasan sampai puluhan tahun ikut larut dalam
semangat kerja bakti membangun jalan.
Dibentuk dua kelompok untuk
membenahi jalan desa yang lapisan cornya mulai mengelupas tersebut. Tiap
kelompok berjajar membentuk barisan untuk memberikan ember berisi pasir
dan batu secara estafet menuju mesin pengaduk semen. Dari mesin
pengaduk semen, warga yang lain sudah menanti untuk menuangkan campuran
semen, batu dan pasir ke jalanan yang akan direhab.
Rumah warga di
sepanjang jalan tersebut tampak sepi karena ditinggal penghuninya.
Seluruh aktivitas berpusat di jalan desa. Suasana berbeda tampak di
rumah Ketua RW 006, Sri Hanto. Asap kecil tampak mengepul menembus
genteng bagian belakang rumahnya. Sesekali terdengar riuh tawa kecil
ibu-ibu yang sedang memasak.
Sementara laki-laki turun ke jalan
desa membangun akses jalan utama mereka, perempuan warga Dusun Jampen RT
001-002/ RW 006 mempersiapkan bekal logistik untuk para pekerja.
Hilir-mudik ketel berisi teh manis tak henti-hentinya mengalir untuk
menyulut energi para pekerja. 100 porsi Nasi Sop dan tempe goreng telah
tersaji untuk bekal makan siang.
Bendahara panitia pembangunan jalan, Sutarno, 45, ketika ditemui Solopos.com
mengatakan pembangunan jalan desa ini mendapatkan sokongan dana dari
Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kismoyoso Makmur senilai Rp15 juta.
Sedangkan pembangunan jalan sendiri menghabiskan dana Rp19 juta. “Rehab
jalan ini mendapatkan bantuan program jalan poros tengah pengembangan
prioritas. Selain urun tenaga, warga di empat RT [RT 001-004] juga
bersedia urun kekurangan dana. Masing-masing bersedia mengumpulkan dana
Rp1 juta tiap RT,” jelasnya.
Warga Dusun Jampen yang ikut
gotong-royong perbaikan jalan, Bowo Karsiyanto, ketika ditemui Espos,
memilih ikut kerja bakti bersama dengan warga desa lainnya dibandingkan
menghabiskan hari libur bersama teman-temannya. “Tiap hari lewat jalan
ini. Masak tidak mau ikut membantu memperbaiki jalan,” pungkasnya.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/21/swadaya-warga-jalan-antardesa-rusak-berat-warga-jampen-gotong-royong-merehab-370786
Label:
Berita
05.58
2013, Infrastruktur Jalan di Ngemplak Boyolali Digelontor Dana Rp7,65 M
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mengalokasikan anggaran Rp7,65
miliar untuk perbaikan jalan, pelebaran jalan, pembangunan talut dan
pembangunan drainase di Wilayah Kecamatan Ngemplak.
Berdasarkan
data yang dikumpulkan dari UPT PU Kecamatan Ngemplak, pada 2013 ini
terdapat lima proyek perbaikan jalan, satu proyek pelebaran jalan, satu
proyek pembangunan drainase jalan dan satu proyek pembangunan talut.
Kepala
UPT PU Kecamatan Ngemplak, Sriyono, ketika ditemui Solopos.com di
kantornya, Rabu (23/1/2013), mengatakan perbaikan dan pembangunan
infrastruktur jalan yang akan dilaksanakan tahun ini merupakan usulan
warga di Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
“Perbaikan
jalan merupakan salah satu prioritas program Bupati Boyolali. Perbaikan
infrastruktur di Ngemplak ini hampir semuanya merupakan usulan warga
yang ditampung melalui Musrenbangdes tahun lalu di Kecamatan Ngemplak.
Jadi 2013 ini jalan dari dan ke Ngemplak sudah bagus,” terangnya.
Perbaikan
jalan di Ngemplak tahun ini, papar Sriyono, diutamakan jalan trans
antardesa, antarkecamatan dan antarwilayah. “Tahun ini yang dibangun
jalan penghubung desa, kecamatan dan yang ke Solo. Kalau perbaikan jalan
utama Ngemplak, tidak dikerjakan tahun ini,” jelasnya.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/23/2013-infrastruktur-jalan-di-ngemplak-boyolali-digelontor-dana-rp765-m-371716
Label:
Berita
00.33
Warga Ngemplak, Boyolali Tewas Kalap di Kali Pepe
Ditulis oleh Abu Jundi pada 8 Januari 2013 | 00.33
Temuan mayat seorang perempuan di Kali Pepe di Kampung/Kelurahan
Banyuanyar RT 005/RW 004, Banjarsari, Solo, Senin (7/1/2013) siang,
menggegerkan warga setempat. Korban teridentifikasi bernama, Bibit
Sularni, 47, warga Menggungan, Sawahan, Ngemplak, Boyolali.
Korban
kali pertama ditemukan oleh, Oskar Andika Aditama, 12, warga sekitar
lokasi temuan, pukul 13.00 WIB. Saat ditemui Solopos.com di lokasi
penemuan, bocah lelaki itu menceritakan ia saat itu sedang memancing
ikan di tepi Kali Pepe. Saat tengah mengamati pengapung pancing,
tiba-tiba muncul benda berwarna hitam mirip kepala manusia. Ia pun
lantas berusaha meraih benda itu menggunakan kail pancingnya.
Setelah
kail menyangkut benda itu, Oskar berusaha menariknya ke tepi. Sebelum
sampai ke tepi, Oskar mengetahui bahwa benda itu adalah mayat manusia.
Saat itulah ia teriak histeris meminta tolong warga sekitar. Tak lama
warga sekitar lokasi berdatangan berusaha mengevakuasi mayat tersebut.
“Saya
kira boneka. Jadi saya pinggirkan biar pancing saya enggak menyangkut
di benda itu. Ternyata benda itu mayat. Saya langsung teriak,” ulas
Oskar.
Pengamatan Solopos.com, tubuh korban telah kaku dan
hidungnya mengeluarkan busa. Semula warga tak mengetahui korban warga
mana. Namun, ada yang kenal dan mengatakan bahwa korban warga
Menggungan. Untuk memastikannya, suami korban didatangkan ke lokasi
temuan. Benar saja, suami korban, Gimin, 50, membenarkan bahwa mayat itu
adalah istrinya. Ratusan warga yang penasaran memadati lokasi temuan.
Gimin
kepada wartawan mengungkapkan, istrinya itu keluar rumah seusai Salat
Subuh berjamaah dengannya. Korban pamit berbelanja ke pasar. Namun,
korban tak kunjung pulang. Hingga akhirnya ia mendapat kabar istrinya
tersebut telah tewas karena kalap.
“Tak biasanya istri saya itu
belanja dalam waktu yang lama. Saya sedang sakit, jadi saya hanya bisa
menunggunya di rumah,” ungkap Gimin sedih.
Menurut Kanitreskrim
Polsek Banjarsari, AKP Edi Hartono, mewakili Kapolsek, Kompol Andhika
Bayu Adhitama, korban diduga tewas kalap beberapa jam sebelum ditemukan.
Ia memastikan korban tewas akibat terhanyut di sungai. Dugaan itu
diperkuat dengan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan di tubuh
korban.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/07/warga-ngemplak-boyolali-tewas-kalap-di-kali-pepe-365599
Label:
Berita
02.47
Kerugian Proyek Tol Capai Puluhan Miliar
Ditulis oleh Abu Jundi pada 5 Januari 2013 | 02.47
Proyek tol dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, akses jalan desa hancur
karena setiap hari dilalui truk proyek. Kerusakan terjadi di Desa
Sambon, Kecamatan Banyudono; jalan Ngemplak-Kliwonan, Ketitang
Nogosari-Donohudan, Ngemplak serta Simo-Kalioso.
“Bagaimanapun proyek tol itu merupakan proyek nasional, sehingga mau
tidak mau harus didukung meskipun konsekuensinya jalan kita rusak,” ujar
Cipto Budoyo, Kepala ungkap dia, Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber
Daya Mineral
(DPU ESDM) Boyolali,Jumat (4/1).
(DPU ESDM) Boyolali,Jumat (4/1).
Diakui, untuk membangun jalan yang rusak setidaknya membutuhkan biaya
miliaran. Setiap kilometer jalan rusak, membutuhkan minimal dana
sebesar Rp 1 miliar. Namun jika dibangun dengan struktur beton
bertulang, butuh dana sekitar Rp 2 miliar/km.Sedangkan untuk perbaikan,
pihaknya terpaksa menunggu proyek tol selesai.
Wakil Ketua DPRD Boyolali, Turisti Hindriya menambahkan, kerusakan
jalan akibat proyek tol juga menimpa banyak jalan desa. Di antaranya
jalan Desa Sambon, Kecamatan Banyudono dan jalan Desa Guokajen,
Kecamatan Sawit. Jalan hancur karena dilalui truk pengangkut tanah uruk
proyek tol.
Ditemui di lokasi proyek pengerukan tanah, mandor proyek, Kabul
mengakui kerusakan jalan di Desa Sambon dan Desa Guwokajen. Pihaknya
menyatakan siap bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan. Saat ini
tanah diuruk dengan sirtu.
“Nanti kalau proyek sudah selesai, jala diaspal lagi. Kami juga sudah
melakukan koordinasi dengan kedua pemerintah desa tersebut.”
Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2013/01/04/140282/Kerugian-Proyek-Tol-Capai-Puluhan-Miliar
Label:
Berita
02.41
ADD 2013 Boyolali Naik 50%
Alokasi dana desa (ADD) Boyolali tahun ini meningkat 50 persen
dibanding ADD 2012. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga diminta
turut mengawasi jalannya pelaksanaan pemerintahan desa untuk mencegah
penyelewengan dana tersebut.
Bupati Boyolali Seno Samodro
mengatakan 30 persen dari nilai ADD itu digunakan sebagai tambahan
penghasilan perangkat desa. Selebihnya, anggaran dipergunakan untuk
pembangunan. “Ini naik dan berlaku ke seluruh desa di Boyolali,” kata
Seno di depan wartawan, pekan ini.
Tingkat kenaikan ADD itu,
lanjut dia, tidak berlaku bagi desa yang dinilai memiliki potensi
pendapatan desa tinggi. Dia menyontohkan hal itu seperti di Desa Kebon
Bimo, yakni memiliki pendapatan tinggi lantaran ditopang potensi Objek
Wisata Tlatar.
Sebelumnya, Wakil Bupati Boyolali Agus Purmanto
menerangkan ADD 212 sekitar Rp36 miliar. “Tahun lalu Rp36 miliar, jadi
naik 50 persen. Total desa di Boyolali ada 261,” katanya kepada
Solopos.com.
Agus berharap pemerintahan desa dengan dukungan ADD
itu dikawal bersama-sama. Salah satunya, dia berpesan kepada para
anggota BPD yang belum lama ini serentak dilantik untuk cermat mengawasi
hal tersebut.
“BPD termasuk ujung tombak pemerintahan, desa kan
juga pemerintahan. Maka, BPD harus juga peka dalam mengembangkan
wilayah, harus tahu aspirasi warganya sehingga program-program
pemerintah seperti ini tepat sasasaran,” tandasnya.
Dia menyebut
ADD juga bertujuan pemerataan, mengangkat desa-desa yang dianggap masih
tertinggal dalam pembangunan. Dia tak mengelak wilayah utara Boyolali
masih belum setara dalam hal pembangunan dengan bagian selatan.
Mengenai
hal itu, Agus menyebut faktor utamanya adalah sumber daya manusia
(SDM). “Tergantung SDM. Di utara bukan berarti tak ada SDM yang baik
tapi permasalahan di sana adalah minat warga [yang dinilai berkualitas]
menjadi perangkat masih minim, ditambah faktor geografi yang berat,”
tukasnya.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/04/add-2013-boyolali-naik-50-364704
Label:
Berita
02.29
KREDIT MACET: Tunggakan Angsuran Pasar Gagan Baru Capai Rp400 Juta
Pengembang Pasar Gagan Baru, CV Sarana Mandiri, mengeluhkan tunggakan
angsuran pedagang atas kepemilikan kios dan los yang mencapai Rp400
juta. Sebanyak 30% pedagang Pasar Gagan Baru belum melunasi sisa
angsuran. Pengembang menilai Perdes Donohudan, sebagai pemilik pasar,
cuek pada penanganan tunggakan pedagang.
Staf Pengembang Pasar Gagan Baru, Iksan, kepada Solopos.com
mengeluhkan pembayaran angsuran pembayaran kios dan los milik pedagang
di Pasar Gagan Baru yang mencapai Rp400 juta. “Pedagang yang ditagih
selalu berkilah usaha mereka sepi atau uang angsuran pasar sudah
terlanjur digunakan untuk investasi mobil atau tanah. Padahal kami sudah
berulang kali memberi pengertian kepada pedagang, sebelum pelunasan
pedagang tidak diberi Sertifikat Hak Milik (SHM). Kerugian terbesar ada
di tangan pedagang yang tidak memiliki SHM,” paparnya
SHM yang
sudah dikantongi pedagang, lanjut Iksan, menjadi penting ketika
pendataan, pengajuan permodalan atau penjualan kios. “Sebentar lagi
masa pengelolaan kami [pengembang] berakhir. Di sini juga ada Pilkades.
Usai pilkades pasti ada pendataan ulang. Kalau pedagang disuruh pergi
karena belum punya SHM, pasti tidak mau karena merasa sudah menyicil
walaupun belum lunas. Kami juga akan mengembangkan proyek baru, sehingga
pengurusan SHM nantinya lebih rumit,” jelasnya.
Iksan mengimbau
kepada pedagang Pasar Gagan untuk segera melunasi pembayaran sebelum
akhir Januari 2013. “Pelunasan angsurannya sebenarnya tidak terlalu
besar. Hanya Rp1 juta-Rp2 juta. Namun pedagang menganggap remeh. Saat
ini kami memang lunak, namun nanti kalau ganti pengelola, pengurusan SHM
mungkin lebih sulit karena yang menangani berbeda,” terangnya.
Iksan
menilai, Pemdes Donohudan sebagai pemilik pasar cuek pada pelunasan
angsuran di Pasar Gagan Baru. “Dari tujuh pasar yang kami kembangkan di
beberapa daerah, ini yang paling sulit karena kerja sama dengan pemdes
kurang optimal. Karena ini [Pasar Gagan] aset desa, semestinya perdes
lebih proaktif dalam memantau asetnya,” ungkapnya.
Terpisah, Kaur
Umum Desa Donohudan, Paryono, menjelaskan pihaknya tidak turut campur
pada pelunasan angsuran. “Kalau pelunasan itu urusan pengembang dan
lurah pasar. Desa tidak tahu-menahu urusan tunggakan. Dulu memang sempat
ada omong-omongan, tapi kami sudah melimpahkan ke lurah pasar dan
pengembang,” tukasnya.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/03/kredit-macet-tunggakan-angsuran-pasar-gagan-baru-capai-rp400-juta-364126
Label:
Berita
01.21
BANJIR: Anak-Anak pun Manfaatkan Sawah yang Tergenang untuk Berenang
Ditulis oleh Abu Jundi pada 3 Januari 2013 | 01.21
Di tengah deru kendaraan yang hilir mudik, tawa riang terdengar dari
tepi Jl Raya Ngemplak-Pandeyan RT 003/006, Pandeyan, Ngemplak, Boyolali,
saat Solopos.com melintas Selasa (1/1/2013) pagi. Sumber suara tersebut berasal areal persawahan milik warga yang terendam banjir.
Banjir
yang sedianya menjadi musibah bagi pemilik lahan yang tergenang,
menjadi berkah tersendiri bagi tiga sekawan asal Dusun Tambas,
Kismoyoso, Ngemplak. Ketiga anak usia sekolah dasar tersebut bersuka
cita memanfaatkan area sawah yang tergenang menjadi lahan untuk
berenang.
Diki Prasetyo Aji, 8, tampak asyik melompat dari
jembatan bambu menuju ke sawah yang terendam. Usai melompat, Diki
berenang mengitari tepi sawah yang cukup dalam. Sesekali siswa Kelas II
MI Muhammadiyah Tambas tersebut, bercanda bersama dua temannya, Feri 10,
dan Pakri, 8, di dalam area kolam renang dadakan setinggi dadanya
tersebut.
Tak mau ketinggalan, Feri, 10, juga memanfaatkan saluran
pembuangan bendungan sungai yang membeludak sebagai arena seluncuran.
Meskipun seluncuran hanya sepanjang satu meter, namun tak mengurangi
keseruan permainan dadakan tiga sekawan tersebut.
Diki yang
mengendarai sepeda sejauh satu kilometer dari rumahnya, mengaku
sebelumnya hanya berniat memancing di kali. Namun melihat genangan air
di sawah, dia bersama dua orang temannya terpikat untuk berenang.
“Tadinya hanya mau memancing. Tapi melihat genangan air, jadi ingin
berenang. Kalau berenang di kolam renang harus bayar, saya tidak punya
uang. Jadi berenang di sini saja. Gratis. Nanti sampai di rumah mandi,
jadi tidak perlu khawatir terserang gatal,” ujarnya polos. Seusai
berenang, ketiga bocah tersebut memancing di tepi kali. Untuk
mengeringkan badan dan celana, ketiganya duduk di tangga menara pandang
milik bekas restoran di Jl Raya Ngemplak-Pandeyan.
Penggarap lahan
pertanian yang tergenang, Warto, 70, menuturkan beberapa anak dari Desa
Pandeyan dan Kismoyoso memang kerap memanfaatkan sawah yang tergenang
tersebut untuk berenang dan memancing. “Itu sudah sering. Biasanya
anak-anak memancing, kalau tidak ya berenang,” ungkapnya. Warto mengaku,
areal persawahan yang terletak di tepi proyek pembangunan Jalan Tol
Solo-Kertosono tersebut kerap tergenang air saat musim penghujan. “Sudah
berkali-kali terendam air, biasanya kalau hujan deras,” keluhnya.
Kepala
Desa Pandeyan, Sukasno, mengaku pihaknya sudah menghubungi pihak Satker
proyek pembangunan jalan tol Soker untuk memperbaiki saluran air yang
tersumbat. “Saluran air sudah dibenahi oleh pihak Satker. Tapi karena
hujan dan debit airnya cukup banyak, jadi 7 patok-10 patok sawah kembali
terendam,” pungkasnya.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/01/banjir-anak-anak-pun-manfaatkan-sawah-yang-tergenang-untuk-berenang-363743
Label:
Berita
01.12
Tahun Baru, Harjo Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
Sementara sebagian besar warga memulai lembaran tahun 2013, Yatin
Harjo S, 80, warga Donohudan RT 005/RW 002, Kecamatan Ngemplak, memilih
mengakhiri hidupnya. Dia ditemukan gantung diri di kandang kayu dalam
pekarangan rumahnya, Selasa (1/1/2013) sekitar pukul 03.30 WIB.
Informasi itu disampaikan Kapolsek Ngemplak, AKP Dwi Wahyuni kepada Solopos.com, Selasa sore.
“Tak
ada tanda-tanda aniaya setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dari
puskesmas. Selanjutnya [jenazah] diserahkan kepada keluarga untuk
dimakamkan,” terang Dwi mewakili Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto,
lewat pesan singkatnya.
Menurut informasi yang diterima, lanjut
Dwi, korban telah lama menderita komplikasi penyakit. Korban juga
diketahui mengidap penyakit katarak. Dwi menjelaskan korban menggunakan
tali plastik untuk gantung diri. Kandang kayu yang dimaksud adalah
tempat menyimpan kayu bakar.
“Kandang atau tempat menyimpan kayu bakar. Tali plastiknya itu seperti tali yang dipakai untuk jemuran,” tambah Dwi.
Dwi
mengutarakan korban tinggal di rumah sendiri. Sementara putra-putranya
tinggal di rumah berbeda walaupun masih di lingkungan sama.
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/01/tahun-baru-harjo-akhiri-hidup-dengan-gantung-diri-363654
Label:
Berita
10.33
LAPTOP GURU SERTIFIKASI: Belum Ada Tanggapan, Ombudsman Layangkan Surat Kedua
Ditulis oleh Abu Jundi pada 25 Desember 2012 | 10.33
Lembaga negara pengawas pelayanan publik, Ombudsman RI, akan kembali
melayangkan surat kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
(Disdikpora) Boyolali, untuk meminta klarifikasi terkait persoalan
penjualan laptop bagi guru besertifikat di Kota Susu yang dinas
tersebut. Hal itu menyusul belum adanya tanggapan terhadap surat
klarifikasi pertama yang telah dikirimkan Ombudsman kepada Disdikpora
sebelumnya.
Hal itu dikemukakan Asisten Perwakilan Ombudsman RI
Perwakilan Jateng dan DIY, Nurcholis, ketika dihubungi Solopos.com
melalui ponselnya, Senin (24/12/2012).
Nurcholis mengemukakan
melalui surat pertama yang dikirimkan kepada Disdikpora Boyolali, akhir
November 2012, Ombudsman bermaksud meminta klarifikasi atau penjelasan
tentang mencuatnya persoalan terkait penjualan laptop bagi guru
besertifikasi di wilayah tersebut. Langkah itu, lanjut dia, merupakan
tindak lanjut Ombudsman terhadap laporan dari anggota DPRD Boyolali,
Thontowi Jauhari terkait persoalan laptop tersebut.
“Kami berharap
segera ada tanggapan dari Disdikpora Boyolali, setidaknya dua pekan
setelah surat diterima. Kami masih memantau selama dua hingga tiga pekan
ini. Tapi sejauh ini kami belum memperoleh tanggapan terhadap surat
yang kami kirimkan beberapa waktu lalu,” terang Nurcholis.
Jika
Disdikpora Boyolali tak kunjung memberikan tanggapan terhadap surat
Ombudsman tersebut, Nurcholis menyatakan akan ada surat kedua yang
dilayangkan kepada dinas itu.
“Jika ternyata tidak ada tanggapan
lagi, maka kami akan datang langsung untuk meminta klarifikasi jajaran
Disdikpora Boyolali,” imbuh dia.
Ditemui terpisah belum lama ini,
Bupati Boyolali, Seno Samodro, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda)
Boyolali, Sri Ardiningsih, mengakui surat dari Ombudsman yang
mempertanyakan persoalan penjualan laptop bagi guru besertifikasi di
Boyolali sudah diterima jajaran Pemkab, khususnya Disdikpora. Baik
Bupati maupun Sekda mengatakan tanggapan terkait persoalan itu telah
disiapkan.
“Nanti dengan Disdikpora langsung yang menyampaikan
penjelasan atau klarifikasinya,” ungkap Sekda ketika dimintai tanggapan
terkait persoalan tersebut, tanpa menyebutkan perihal jawaban surat
untuk Ombudsman.
Sementara dalam menyikapi persoalan penjualan
laptop kepada guru besertifikasi tersebut, menurut Bupati, itu tidak
menyalahi aturan mengingat tidak menggunakan uang APBD.
Sumber : http://www.solopos.com/2012/12/24/laptop-guru-sertifikasi-belum-ada-tanggapan-ombudsman-layangkan-surat-kedua-361507
Label:
Berita
10.28
2013, Boyolali Ajukan 1.859 Lowongan CPNS
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali berencana mengajukan 1.859 lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013 mendatang.
Jumlah
tersebut terdiri atas tiga formasi, yakni tenaga guru sebanyak 604
orang, tenaga kesehatan sebanyak 401 orang dan tenaga teknis lainnya
atau tenaga administrasi sebanyak 854 orang.
Kepala Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali, Untung Raharja,
mengemukakan pemberlakuan moratorium oleh pemerintah pusat hingga akhir
2012 ini berdampak pada menyusutnya jumlah PNS, mengingat banyak abdi
negara tersebut yang pensiun dan meninggal dunia. Jumlah PNS 2010
tercatat 12. 758 orang, kemudian 2011, menurun menjadi 12.435 orang.
”Tahun
ini, dengan adanya yang pensiun dan meninggal dunia, jumlahnya kembali
berkurang menjadi 11.882 orang,” ujar Untung kepada Solopos.com, Senin (24/12/2012).
Untung
mengakui terus berkurangnya jumlah PNS tersebut berdampak pula terhadap
kinerja pemerintahan. Terkait rencana pengajuan 1.859 lowongan CPNS
tersebut, dikatakan Untung, tentunya menunggu persetujuan dari
pemerintah pusat. “Realisasinya memang sangat bergantung pada
pertimbangan pemerintah pusat. Namun untuk kesiapan, kami telah
mengalokasikan anggaran untuk rekrutmen CPNS 2013 dan sudah disetujui
DPRD,” katanya.
Hal senada dikemukakan Sekretaris Daerah (Sekda)
Boyolali, Sri Ardiningsih. Sekda mengatakan realisasi rekrutmen CPNS
bergantung pada kebijakan dari pemerintah pusat.
Sumber : http://www.solopos.com/2012/12/24/2013-boyolali-ajukan-1-859-lowongan-cpns-361472
Label:
Berita
04.44
Ganti Rugi Proyek Tol Belum Jelas, Warga Datangi DPRD
Ditulis oleh Abu Jundi pada 22 Desember 2012 | 04.44
Sekitar 20 warga Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali,
mendatangi DPRD setempat, Kamis (20/12/2012). Melalui audiensi dengan
jajaran Pimpinan DPRD yang dipimpin langsung Ketua DPRD Boyolali, S
Paryanto, warga tersebut mengadukan proses ganti rugi proyek jalan tol
Solo-Kertosono (Soker) yang mengenai lahan mereka. Para warga tersebut
didampingi LSM Omah Rakyat Boyolali (ORB).
Sebagaimana diketahui,
hingga kini belum ada titik temu antara warga dengan pemerintah terkait
nilai ganti rugi dalam proyek itu.
Salah seorang warga pemilik
lahan yang akan terkena proyek jalan tol, Supardi, 77, menuturkan nilai
ganti rugi lahan yang ditawarkan pemerintah terlalu rendah dan masih
jauh dari permintaan mereka.
“Tanah saya tepat di pinggir jalan
raya Waduk Cengklik. Nilai ganti rugi yang ditawarkan pemerintah hanya
Rp325.000, sementara saya mintanya per meter dihargai Rp1,5 juta. Tentu
saja saya tidak mau,” ungkap Supardi ketika ditemui wartawan di Gedung
Dewan Boyolali, Kamis.
Supardi menambahkan nilai ganti rugi untuk
warga yang lahannya terkena proyek jalan tol itu sangat rendah. Untuk
lahan yang masuk kelas satu yaitu yang berada di pinggir jalan,
penawaran pertama hanya senilai Rp125.000/m2. Kemudian penawaran kedua
senilai Rp325.000/m2.
Warga lainnya, Alif Fahmi, mengaku dirinya
masih belum mengetahui pasti lokasi mana saja yang bakal terkena proyek
jalan tol tersebut.
“Terus terang warga juga masih bingung mana saja lahan yang akan terkena proyek jalan tol itu,” kata Alif.
Koordinator
ORB, Marini, mengungkapkan terkait pelaksanaan proyek jalan tol itu,
baru digelar dua kali pertemuan dengan Panitia Pengadaan Tanah (P2T).
“Pertemuan
sempat gagal karena warga walk out, warga beralasan P2T tidak memahami
lokasi dan harga tanah di sana. Dalam hal ini, kami minta supaya ada
transparansi,” kata Marini.
Terkait kedatangan warga tersebut,
Paryanto menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan itu dengan
melakukan koordinasi dengan Pemkab Boyolali.
“Dalam hal ini, kami
tidak bisa mengambil keputusan sendiri namun akan secepatnya kami
koordinasikan dengan Pemkab dan instansi terkait,” kata Paryanto yang
siang itu didampingi Wakil Ketua DPRD Boyolali, Sujadi dan Ketua Komisi I
DPRD, Eka Wardaya.
Sumber : http://www.solopos.com/2012/12/20/ganti-rugi-proyek-tol-belum-jelas-warga-datangi-dprd-360365
Label:
Berita
10.24
Dinkes Bantah Temuan Sidak DPRD di Puskesmas Ngemplak
Ditulis oleh admin pada 20 Desember 2012 | 10.24
Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali membantah temuan sidak DPRD di
Puskesmas Ngemplak yang dinilai menyalahi bestek. DKK juga membantah
telah terjadi subkontrak yang dilakukan pelaksana pembangunan kantor dan
selasar Puskesmas Ngemplak.
Kepala DKK Boyolali, Syamsudin, ketika ditemui Solopos.com di
kantornya, Selasa (18/12/2012), menegaskan pelaksana pembangunan sudah
melaksanakan pembangunan sesuai rencana anggaran biaya (RAB) bangunan.
“Pembangunan selasar puskesmas sudah sesuai RAB. Tinggi tiang kanopi
yang terpasang sudah 2m. Kalau parkir mobil ambulance tidak cukup karena
tinggi tiang kanopi yang kurang, itu bukan salah kontraktor, itu
permintaan user [Pengelola Puskesmas Ngemplak]. Parkir ambulance memang
tidak seharusnya di situ. Pembangunan bertahap, parkir dibuatkan di
tahun anggaran 2013,” jelasnya.
Syamsudin juga membantah temuan DPDR Boyolali mengenai subkontrak
pembangunan Puskesmas Ngemplak. “Tidak ada subkontrak di sana.
Kontraktor yang basic-nya bangunan, menggunakan tenaga profesional untuk
memasang tiang kanopi. Mereka menggunakan jasa tukang las. Itu kan
wajar,” tegasnya.
Disinggung mengenai keterlambatan proyek pembangunan di Puskesmas
Ngemplak, Syamsudin mengaku sudah memberikan pinalti pada pelaksana
proyek pembangunan.
“Kami sebenarnya sudah melakukan evaluasi dua pekan jelang masa
berakhirnya kontrak pembangunan [Jumat (23/11)]. Saat itu pembangunan
70%. Namun karena kekurangan tenaga, pembangunannya molor. Saat ini
kontraktor sudah dijatuhi denda keterlambatan 28 hari,” tandasnya.
Sebelumnya, DPRD Boyolali sidak persiapan penambahan fasilitas rawat
inap di Puskesmas Ngemplak yang sering mengalami overload. Saat sidak,
DPRD menemukan kejanggalan pada pembangunan kantor dan selasar yang baru
selesai dibangun tersebut. DPRD menilai pembangunan selasar menyalahi
bestek dan kontraktor melakukan subkontrak.
Sumber : http://www.solopos.com/2012/12/19/dinkes-bantah-temuan-sidak-dprd-di-puskesmas-ngemplak-359663
Label:
Berita
10.12
Waduk Cengklik Gagal Dikeruk Tahun Ini
Rencana pengerukan Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali gagal dilakukan
tahun ini (2012). Mestinya sendimentasi Waduk Cengklik akan dikeruk
dalam dua tahap dengan dana Rp 20 Miliar. Pengerukan tersebut akan
dilakukan pada tahap pertama dengan dana Rp 5 Miliar yang mestinya sudah
dilakukan tahun ini, namun gagal terealisasi. Pengerukan dengan
anggaran APBN ini baru akan dilakukan pada tahun depan.
Hal tersebut diungkapkan Assisten 2 Setda Boyolali, Juwaris. Pihaknya
tidak mengetahui pasti alasan gagalnya pengerukan sendimentasi Waduk
Cengklik pada tahap pertama tersebut. Pasalnya pengerjaan pengerukan
dilakukan oleh Dinas Pengairan Provinsi Jawa Tengah. Mestinya,
pengerukan akan dilakukan pada bulan November kemarin.
“Untuk tahun ini gagal dilakukan, baru akan dilakukan nanti tahun depan,” tandas Juwaris, Rabu (19/12).
Terkait dengan rencana pengerukan yang akan dilakukan pada tahun
depan (2013), pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi
terkait. Mengingat air di Waduk Cengklik banyak dimanfaatkan petani
untuk pengairan dan perikanan. Dengan koordinasi tersebut, pihaknya
berharap tidak akan ada masalah dengan pengguna air waduk saat dikeruk.
Di sisi lain, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3)
Tri Mandiri Sejahtera, Kecamatan Ngemplak, Samidi, mendukung upaya
pengerukan Waduk Cengklik. Mengingat kondisi waduk semakin dangkal
akibat sedimentasi. Aliran air yang masuk waduk membawa serta lumpur.
Akibatnya, daya dukung waduk untuk menampung air semakin berkurang.
Tingkat sendimentasi mencapai 8,5 juta m3 dan daya tampung air tinggal 9
juta m3.
Sumber : http://www.timlo.net/baca/53568/waduk-cengklik-gagal-dikeruk-tahun-ini/
Label:
Berita
10.09
Harga Telur dan Daging Ayam Merangkak Naik
Harga telur ayam negeri mulai merangkak naik dalam tiga hari
terakhir. Di Pasar Gagan, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali,
Selasa (18/12/2012), harga telur tembus Rp15.500/kilogram (kg).
Seperti diterangkan salah satu penjual di sana, Mulyani, 50, kepada Solopos.com, kemarin.
“Kemarin, saya kulak Rp14.100/kg tapi untuk eceran tetap kami jual Rp15.000. Ada juga yang jual Rp15.500/kg,” kata dia.
Pedagang lainnya, Wanti, 37, menjelaskan kenaikan harga itu menjadi
tren mendekati Natal dan tahun baru. Kenaikan harga dikatakannya
merangkak dari Rp14.000/kg menjadi Rp14.500/kg kemudian pada Selasa dia
membanderol harga Rp15.000/kg. “Harga mulai naik Sabtu (15/12/2012)
sore,” imbuhnya.
Selain telur, lanjut dia, ditemui pula kenaikan harga beras. Beras
jenis mentik wangi, Selasa, dikulak seharga Rp8.500/kg dan dijual
Rp9.000/kg. Padahal dia menjual beras jenis itu Rp8.500/kg pada Senin
(17/12/2012).
“Beras jenis 64 pun naik dari Rp8.000/kg menjadi Rp8.300/kg, beras lokal juga naik rata-rata Rp300/kg,” ujarnya.
Selain dua jenis kebutuhan itu, kenaikan harga juga berlaku untuk
daging ayam. Harga daging ayam mulai meroket dari Rp20.000/kg, awal
pekan lalu, menjadi Rp24.000/kg, Selasa.
“Kami kulak dalam kondisi kotor Rp17.000/kg padahal sebelumnya
Rp11.500/kg. Kenaikan harga terjadi pada daging yang kami kulak dan
kenaikan harga jual belum bisa mengimbangi harga ambil kami,” terang
salah satu penjual daging ayam di pasar itu, Parmini, 32.
Sumber : http://www.solopos.com/2012/12/19/harga-telur-dan-daging-ayam-merangkak-naik-359681
Label:
Berita
09.35
PROYEK TOL SOKER: Warga Donohudan Ajukan Underpass
Ditulis oleh admin pada 18 Desember 2012 | 09.35
Warga Donohudan, Kecamatan Ngemplak, meminta dibangunkan underpass
untuk memperlancar mobilitas mereka di jalan yang bakal menjadi jalur
Tolo Solo-Kertosono (Soker). Kades Donohudan, Sutrapsilo Wibowo
mengklaim usulan itu telah disetujui oleh satuan kerja (Satker) Tol
Soker.
Sutrapsilo menjelaskan usulan tersebut didasari prediksi atas
kesulitan warga mengakses prasarana jalan. Seperti yang terlihat di
sejumlah jalan desa di Donohudan dan Desa Pandeyan saat ini, pelaksana
proyek tol Soker mambangun overpass sebagai pengganti akses jalan warga
itu.
“Pertimbangannnya banyak warga yang masih menggunakan sepeda,
bronjong, ada juga pelajar, di antaranya beraktifitas dengan jalan
kaki,” jelas dia kepada Solopos.com, Senin (17/12/2012).
Pertimbangan lainnya, lanjut Sutrapsilo, jalur tol tersebut membelah
bagian Desa Donohudan menjadi dua. Jalur yang melintang dari barat ke
arah timur itu dinilai bakal membatasi akses warga ke berbagai pusat
kegiatan.
“Instansi seperti ke Kantor Desa, sekolahan, pasar, pusat kegiatan warga ada di sebelah selatan jadi akses itu penting,” imbuhnya.
“Instansi seperti ke Kantor Desa, sekolahan, pasar, pusat kegiatan warga ada di sebelah selatan jadi akses itu penting,” imbuhnya.
Mengenai hal itu, dia menyebut telah menyampaikan permasalahan kepada
pejabat Satker Tol Soker. Hal itu terjadi dalam sebuah pertemuan
beberapa waktu lalu.
Menurut Sutrapsilo, pembahasan itu memicu kesediaan Satker Tol
membangun underpass. “Pengajuan berjalan dan April nanti
pelaksanaannya,” tambahnya.
Keluhan pengganti jalan desa berupa overpass itu juga disampaikan
sejumlah warga Desa Pandeyan. Baru-baru ini, Kades Pandeyan, Sukasno
mengonfirmasi warganya mengeluhkan prasarana tersebut.
Sumber : http://www.solopos.com/2012/12/18/proyek-tol-soker-warga-donohudan-ajukan-underpass-359170
Label:
Berita
09.31
2012, Bandara Adi Soemarmo Rugi Rp13,7 M
Kondisi tak seimbang antara pendapatan dan biaya operasional membuat
Bandara Internasional Adi Soemarmo berlanjut mengalami kerugian. Hingga
menginjak pertengahan Desember ini, bandara yang terletak di Ngemplak,
Boyolali itu, dinyatakan mengalami kerugian Rp13,7 miliar.
Nilai kerugian itu dikatakan General Manager PT Angkasa Pura I
Bandara Adi Soemarmo Solo, Abdullah Usman, menurun dibanding kasus 2011,
yakni menyentuh Rp18 miliar. “Ya memang kerugian mencapai Rp13, 7
miliar. Pendapatan tak sebanding dengan operasional yang mencapai Rp28
miliar/tahun,” kata Abdullah Usman saat ditemui Solopos.comdi ruang
kerjanya, Senin (17/12/2012).
Biaya operasional itu antara lain pemeliharaan gedung, kebersihan.
Dia mencontohkan tingginya biaya listrik pada November, yakni Rp350
juta.
Disinggung mengenai banyaknya penumpang yang diterbangkan lewat
bandara tersebut, Abdullah Usman menjelaskan rata-rata jumlah mencapai
1.852 orang/bulan. Hingga saat ditemui Espos itu, dia menyebut penumpang
yang diberangkatkan mencapai 20.372 orang.
“Itu pemberangkatan, belum kedatangan, jadi termasuk haji,” ujarnya.
Dia mengakui terjadinya tren pilihan penumpang Solo dan sekitarnya
yang memilih terbang lewat bandara di Jogja. Seperti pejabat sebelumnya,
dia menyebut kendala aksesbulitas ke bandara tersebut menjadi faktor
penyebab minimnya minat penumpang.
Meskipun demikian, dia bertekad mengembangkan potensi layanan untuk
menarik minat penumpang. Tahun depan, dia mengaku merealisasikan
sejumlah rencana. “Segala kebutuhan penumpang, 2013 nanti, akan kami
sediakan. Mulai penginapan mobil 24 jam, prosedur satu kali pemeriksaan
bagi penumpang yang masuk, saat ini dua kali jadi akan menambah
kenyamanan,” sebutnya.
Selain itu, dia berharap terbukanya jaringan terbang ke Makasar,
Bali, Surabaya dan Jeddah atau Madinah yang bisa dilayani setiap hari.
“Seperti umrah, harapan kami bisa setiap dua hari,” katanya.
Saat ini Bandara Adi Soemarmo, lanjut dia, memiliki jadwal operasi 14
jam/hari. Slot time atau jeda waktu penerbangan masih terlalu longgar.
“Saat ini ada 20 sorti, jeda 1 jam 40 menit padahal standar jeda pesawat
datang pergi 30 menit, jadi amsih sisa 60 sorti lagi,” tandasnya.
Sumber : http://www.solopos.com/2012/12/18/2012-bandara-adi-soemarmo-rugi-rp137-m-359167
Label:
Berita


























